MediaBantenCyber.co.id (MBC), PACITAN, JAWA TIMUR – Proyek pembangunan tanggul di aliran Sungai Sambong, yang merupakan bagian dari sub-DAS Grindulu di wilayah Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dipertanyakan sejumlah elemen masyarakat. Sorotan tersebut mencakup transparansi proyek, besaran anggaran, volume pekerjaan, hingga kualitas dan manfaat pembangunan tanggul bagi masyarakat sekitar.
Proyek tersebut berada di area sebelah utara Balai Desa Sambong, tepatnya di sekitar aliran sungai yang berada di bawah jembatan penghubung. Pembangunan tanggul dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tebing sungai, terlebih kawasan tersebut kerap menghadapi peningkatan debit air saat musim penghujan yang berpotensi menimbulkan luapan maupun erosi di sepanjang bantaran sungai.
Namun demikian, sejumlah pihak mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek. Salah satunya disampaikan Dedy Arisandy Punjung dari LSM AMPuH. Ia menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan serta keberadaan tenaga kerja yang disebut berasal dari luar daerah.
“Tidak ada papan proyek, pekerja dari luar daerah. Proyek semacam ini rawan penyimpangan. Apalagi Pemerintah Daerah tidak mengetahui karena tidak ada tembusan,” ujar Dedy.
Menurutnya, keberadaan papan informasi proyek merupakan salah satu bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Informasi mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, volume pekerjaan, pelaksana, serta waktu pelaksanaan dinilai penting agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
Sorotan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Sambong. Saat awak MediaBantenCyber.co.id meminta keterangan kepada Agus, Kepala Desa Sambong, ia membenarkan bahwa pihak desa tidak memperoleh tembusan teknis terkait pelaksanaan proyek tanggul tersebut.
“Biasanya kalau APBD, kita disuruh pasang papan nama dulu. Sehingga kalau misalnya ditanya media, Pemerintah Desa bisa memberikan jawaban. Ini bahkan kami juga tidak mendapat tembusan teknis terkait proyek tanggul di desa kami itu,” ungkap Agus.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sambong pada prinsipnya menyambut baik pembangunan tanggul tersebut. Menurutnya, keberadaan tanggul di bawah jembatan penghubung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi potensi erosi maupun luapan air sungai.
“Sebenarnya kami sangat berterima kasih sudah dibangunkan tanggul di bawah jembatan penghubung. Tapi kami bingung juga jika ditanya oleh masyarakat,” tambahnya.
Kondisi Sungai Sambong sendiri menjadi perhatian karena berada dalam sistem aliran sub-DAS Grindulu. Pada musim penghujan, peningkatan debit air dapat menyebabkan tekanan terhadap tebing sungai dan meningkatkan risiko erosi maupun kerusakan infrastruktur di sekitar aliran sungai.
Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap pembangunan tanggul tidak hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi juga harus memenuhi aspek transparansi, kualitas konstruksi, kesesuaian volume pekerjaan, serta efektivitasnya dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Sejumlah elemen masyarakat juga mendorong agar pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proyek tersebut, mulai dari sumber dan nilai anggaran, pihak pelaksana, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, hingga target dan manfaat pembangunan.
Dengan adanya keterbukaan informasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui bahwa pembangunan tanggul benar-benar dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari pihak Balai yang menangani proyek tersebut mengenai nilai anggaran, sumber pembiayaan, pelaksana pekerjaan, spesifikasi teknis, serta alasan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait diperlukan untuk memberikan informasi yang berimbang kepada publik. (Heri/Red)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Jasa Backlink
Download Anime Batch
