MediaBantenCyber.co.id (MBC), Kabupaten Tangerang — Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang disambangi jajaran Komisi V DPRD Banten pada hari pertama kerja usai libur Idul Fitri 1447 H, Rabu, 25 Maret 2026. Kunjungan tersebut membahas berbagai isu strategis pendidikan, mulai dari pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun ajaran 2026–2027 hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan itu, rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, H. Abdul Roji, bersama sejumlah anggota, di antaranya Yeremia Mendrofa, Budi Prajogo, Ahmad Imron, Abraham Garuda Laksono, Ahmad Jaini, Sehat Ganda, Hilmi Fuad, Cut Muthia, Heri Handoko, dan Ida Hamidah.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum koordinasi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SKh di wilayah Kabupaten Tangerang.
Di awal hari kerja pasca-Lebaran, aktivitas di lingkungan KCD Pendidikan Kabupaten Tangerang terpantau berjalan normal. Mayoritas pegawai hadir, termasuk para pengawas sekolah, meski terdapat dua pegawai yang menjalankan tugas secara fleksibel dari luar kantor.
Dalam diskusi, Komisi V DPRD Banten menyoroti sejumlah isu penting, seperti agenda akhir tahun pelajaran, kebersihan dan keindahan sekolah, kedisiplinan siswa, hingga implementasi program MBG yang menjadi salah satu program nasional.
Yeremia Mendrofa menekankan pentingnya pengawasan intensif terhadap sekolah, khususnya dalam menjaga kebersihan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
“Jangan sampai kebersihan hanya dilakukan saat lomba saja. Misalnya lomba toilet bersih, yang dibersihkan hanya satu toilet, dan setelah itu tidak dirawat kembali,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Heri Handoko menyoroti pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran dan dijalankan secara amanah. Ia juga menyinggung wacana pembelajaran daring yang dinilai perlu dikaji jika tetap mewajibkan siswa datang ke sekolah hanya untuk mengambil MBG.
“Belajar di rumah, tapi harus datang ke sekolah untuk mengambil MBG, ini perlu dievaluasi,” katanya.
Anggota Komisi V lainnya, Cut Muthia, turut menyoroti kebiasaan siswa yang membawa kendaraan ke sekolah. Ia mengimbau agar dibuat aturan tegas yang melarang siswa di bawah usia 17 tahun membawa kendaraan bermotor.
“Jika usianya di bawah 17 tahun, seharusnya tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke sekolah karena melanggar aturan,” tegasnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, Ahmad Suhaeri, menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ia juga menyebut adanya tambahan personel pengawas yang diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan.
“Kami memiliki pengawas baru dengan jumlah yang cukup signifikan. Ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi SMK dan SKh, H. Maksis Sakhabi, berharap DPRD Banten dapat mendorong dunia industri untuk lebih aktif menjalin kerja sama dengan SMK guna memperkuat konsep link and match.
“Masih ada SMK yang kesulitan mendapatkan mitra industri sesuai kompetensi. Kami berharap DPRD bisa mendorong industri membuka peluang kerja sama lebih luas,” katanya.
Kunjungan Komisi V DPRD Banten ini disambut positif oleh pihak KCD dan diharapkan mampu mendorong optimalisasi layanan pendidikan di Kabupaten Tangerang. (*)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Jasa Backlink
Download Anime Batch
