5 Alasan Nubia A36 Layak Dilirik di Kelas Harga Rp1,9 Juta

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Nasional – Nubia memasarkan A36 di Indonesia dengan klaim “anti nge-lag hingga 4 tahun” yang didasarkan pada sertifikasi SGS. Jaminan ini hadir untuk memastikan ponsel tetap responsif dan stabil meski digunakan dalam jangka panjang.

Nubia A36 buatan ZTE dijual di Indonesia dalam satu varian saja, yaitu RAM 4GB (+8GB Dynamic RAM) dengan penyimpanan internal 64GB. Per September 2026, harga nubia a36 di pasaran berada di kisaran Rp1,8–1,9 juta. Lima alasan berikut menjelaskan apa saja yang dibawa ponsel ini di kelas harga tersebut, mulai dari layar sampai fitur AI.

1. Layar 6,75 Inci dengan Refresh Rate 90Hz

Nubia A36 memakai layar 6,75 inci beresolusi HD+. Adapun, layar ini memiliki refresh rate sebesar 90Hz.

Ukuran layar di atas 6,7 inci memberi area tampilan yang lega untuk menonton video dan membaca. Selain itu, refresh rate sebesar 90Hz memberikan pengalaman scrolling media sosial atau halaman web terlihat lebih halus dibanding layar 60Hz.

2. Sertifikasi SGS untuk Performa Mulus hingga 50 Bulan

Nubia A36 lolos sertifikasi SGS untuk performa mulus hingga 50 bulan, atau lebih dari 4 tahun. Perlu dicatat, yang diukur dalam sertifikasi ini adalah kelancaran performa dalam jangka panjang. Ketahanan fisik bodi tidak termasuk dalam cakupan pengujiannya.

Klaim kelancaran jangka panjang inilah yang ditonjolkan nubia sebagai pembeda utama A36 di kelas entry-level. Untuk urusan purnajual, unit resmi yang dijual seller di Blibli mencantumkan garansi resmi ZTE Indonesia selama 1 tahun.

3. Baterai 5.000 mAh untuk Pemakaian Harian

Di dalam bodinya, Nubia A36 dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh. Kapasitas ini tergolong umum di kelas harganya dan cukup untuk menemani aktivitas harian seperti chatting, bermain media sosial, dan streaming.

Pengisian dayanya 10W. Karena dayanya sebesar itu, mengisi baterai hingga penuh membutuhkan waktu lebih lama dibanding ponsel yang mendukung fast charging, sehingga kebiasaan mengisi daya di malam hari menjadi cara yang lebih praktis.

4. RAM hingga 12GB dan Slot MicroSD
RAM fisik 4GB pada Nubia A36 bisa diperluas dengan Dynamic RAM 8GB, sehingga totalnya mencapai 12GB. Dynamic RAM bekerja dengan memakai sebagian penyimpanan internal sebagai memori tambahan, agar lebih banyak aplikasi tetap terbuka di latar belakang.

Penyimpanan internalnya 64GB, dan kapasitas ini masih bisa ditambah lewat slot microSD. Untuk dapur pacunya, ponsel ini mengandalkan chipset Unisoc T7200 dengan konektivitas 4G.

5. Fitur AI Google Gemini dan Kamera 13 MP

Google Gemini sudah terintegrasi di Nubia A36 dan bisa dipakai untuk meringkas dokumen, menerjemahkan, hingga membuat konten. Fitur AI lainnya meliputi AI Photos, Magic Editor, dan Magic Eraser untuk mengedit foto langsung di ponsel.

Untuk urusan fotografi, kamera utamanya beresolusi 13 MP, sedangkan kamera depannya 5 MP. Face Unlock juga tersedia, jadi ponsel bisa dibuka tanpa harus memasukkan PIN terlebih dahulu.

Dalam satu varian 4GB/64GB, Nubia A36 membawa layar 6,75 inci 90Hz, baterai 5.000 mAh, RAM hingga 12GB, dan fitur Google Gemini. Klaim performa mulus hingga 50 bulan dari sertifikasi SGS menjadi nilai jual utamanya, sementara pengisian 10W dan penyimpanan 64GB perlu Anda pertimbangkan sesuai kebutuhan pemakaian.

Nubia A36 bergaransi resmi ZTE Indonesia bisa ditemukan di Blibli. Sebelum membeli, bandingkan harga antarseller dan pastikan listing yang dipilih mencantumkan garansi resmi 1 tahun.

Beli produk smartphone di Blibli bisa dapatkan gratis ekstra proteksi perlindungan lengkap di Blibli selama 6 bulan, sehingga kamu bisa lebih aman dari smartphone kamu yang mengalami layar pecah, ketumpahan air, dan kemalingan!

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch